Pergolakan sengit terjadi di balik tirai perusahaan ikonik, mewarnai ” Pemilu Dewan Harley Davidson” tahun ini. H Partners Management, salah satu pemegang saham terbesar, melancarkan kampanye agresif untuk mengganti CEO Jochen Zeitz dan dua direktur lainnya, dengan dalih kinerja perusahaan yang kurang memuaskan dan harga saham yang lesu.
Konflik ini memanas setelah Jochen Zeitz mengumumkan rencana pensiunnya pada akhir 2025. H Partners berargumen bahwa kepemimpinan yang ada tidak mampu memimpin perusahaan menuju masa depan yang lebih cerah, serta menuding adanya “kepemimpinan yang absen” di Harley-Davidson. Ini memicu ” Pemilu Dewan Harley Davidson ” yang sangat kompetitif.
H Partners melancarkan kampanye “withhold-the-vote” yang menargetkan Zeitz, Thomas Linebarger (Direktur Presiding), dan Sara Levinson (Direktur senior). Mereka mengklaim bahwa direktur-direktur tersebut telah gagal meminta pertanggungjawaban manajemen dan sudah terlalu lama menjabat, menghambat perubahan yang diperlukan. Ini menjadi inti dari ” pemilu dewan Harley-Davidson“.
Dalam upaya memenangkan dukungan pemegang saham, H Partners bahkan meluncurkan situs web khusus, “FreeTheEagle.com”, yang memuat argumen mereka dan mendorong pemegang saham untuk memilih “TIDAK” pada direktur yang ditargetkan. Mereka berpendapat bahwa pemilu dewan Harley-Davidson ini adalah kesempatan untuk mengembalikan arah perusahaan.
Namun, manajemen Harley-Davidson tidak tinggal diam. Mereka meluncurkan kampanye tandingan, membela rekam jejak dewan direksi dan strategi “The Hardwire” yang telah diterapkan Zeitz. Mereka menekankan bahwa H Partners sebelumnya mendukung kepemimpinan dan strategi tersebut saat perwakilannya berada di dewan.
Harley-Davidson menuduh H Partners mencoba mengganggu proses transisi CEO yang sudah terencana dan menciptakan ketidakpastian bagi perusahaan. Mereka juga berargumen bahwa kandidat CEO yang diajukan H Partners tidak mendapatkan dukungan mayoritas dewan karena dianggap kurang memiliki kualifikasi yang diperlukan.
Meskipun kampanye “withhold” H Partners mendapatkan dukungan signifikan, mereka akhirnya gagal mencapai target mayoritas mutlak di Rapat Umum Pemegang Saham tahunan 2025. Hasil awal menunjukkan bahwa para direktur yang ditargetkan berhasil terpilih kembali.
Namun, meskipun kalah dalam “pemilu dewan Harley-Davidson”, H Partners mengklaim “kemenangan parsial”. Ini karena dewan direksi Harley-Davidson dilaporkan setuju untuk menerima pengunduran diri Zeitz, Linebarger, dan Levinson sebelum rapat pemegang saham tahun 2026, serta berjanji untuk menunjuk CEO eksternal baru.
