Sepeda motor Harley-Davidson adalah motor besar dan berat, yang berarti mereka membutuhkan Sistem Pengereman Harley yang sangat andal dan responsif untuk menjamin keselamatan. Mengingat motor touring premium seperti Road Glide dapat memiliki bobot kering lebih dari kg, kegagalan pengereman bukanlah pilihan. Oleh karena itu, perawatan rutin dan perhatian detail pada setiap komponen, terutama kaliper dan minyak rem, adalah hal yang mutlak. Sistem Pengereman Harley yang terawat dengan baik tidak hanya menjamin pengendara dapat berhenti tepat waktu dalam situasi darurat, tetapi juga mempertahankan performa handling dan stabilitas motor secara keseluruhan. Mengabaikan perawatan ini sama dengan mengabaikan keselamatan diri sendiri.
Fokus utama dalam perawatan Sistem Pengereman Harley adalah kaliper rem. Kaliper berfungsi menjepit kampas rem ke piringan (cakram) dengan tekanan hidrolik. Karena letaknya yang terpapar langsung debu, kotoran jalan, dan panas ekstrem, kaliper rentan mengalami penumpukan kotoran yang dapat menghambat pergerakan piston. Jika piston macet, rem dapat menjadi seret, atau yang lebih berbahaya, kehilangan daya cengkeramnya. Teknisi harus membersihkan kaliper dan memastikan pergerakan piston lancar setiap kali penggantian kampas rem. Kampas rem harus diganti sebelum ketebalannya mencapai batas minimum yang direkomendasikan pabrikan, yaitu sekitar mm, untuk mencegah kerusakan pada piringan rem.
Aspek krusial berikutnya dalam menjaga performa Sistem Pengereman Harley adalah minyak rem. Minyak rem (fluida hidrolik) adalah zat higroskopis, yang berarti ia menyerap kelembaban dari udara seiring waktu. Kelembaban ini menurunkan titik didih minyak rem. Jika minyak rem mendidih karena panas berlebihan (misalnya, saat pengereman menurun bukit secara terus-menerus), uap air akan menciptakan gelembung udara dalam sistem, yang menyebabkan hilangnya tekanan rem—fenomena yang dikenal sebagai brake fade atau rem blong. Oleh karena itu, Harley-Davidson, seperti banyak pabrikan besar, merekomendasikan penggantian minyak rem (biasanya DOT 4) secara berkala, idealnya setiap hingga tahun, terlepas dari jarak tempuh motor.
Badan Keselamatan Jalan Raya (BKJR) melalui laporan surveinya pada 14 Mei 2025, mencatat bahwa kasus kegagalan pengereman pada motor besar disebabkan oleh minyak rem yang terkontaminasi atau overdue. Untuk motor yang dilengkapi Sistem Pengereman Harley canggih seperti ABS, penggunaan minyak rem yang salah atau terkontaminasi dapat merusak modul ABS yang mahal. Melakukan pemeriksaan visual berkala pada reservoir minyak rem untuk melihat perubahan warna dari jernih menjadi keruh atau gelap adalah praktik perawatan pencegahan sederhana yang harus dilakukan setiap pemilik.
